IHSG Masih Menanjak
Pada perdagangan Rabu, 3 September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,08% atau naik 84,27 poin ke posisi 7.885,86. Lonjakan ini terutama dipicu oleh pergerakan positif saham berbasis emas serta emiten besar seperti PANI, AMMN, dan DSSA (Bisnis.com).
Sepanjang hari, IHSG sempat berfluktuasi di kisaran 7.840,75–7.911,61, menandakan pasar bergerak cukup dinamis. Data mencatat sekitar 400 saham menghijau, 275 terkoreksi, dan 126 stagnan, dengan kapitalisasi pasar yang menanjak hingga Rp14.282 triliun (Bisnis.com).
Kenaikan ini juga diperkuat oleh kinerja saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melonjak lebih dari 10%, ditambah dukungan bank besar seperti BBNI, BBRI, dan BMRI. Hanya BBCA yang masih melemah (Bisnis.com, Kontan). Dari sisi sektoral, hampir semua lini menunjukkan penguatan, termasuk sektor energi yang menjadi motor penggerak utama (IDX Channel).
Awal Perdagangan Kamis Terlihat Lesu
Meski sehari sebelumnya menguat tajam, IHSG pada pembukaan Kamis, 4 September 2025, justru terkoreksi tipis 0,07% ke level 7.880,48. Meski begitu, posisinya masih berada di atas level psikologis 7.800 (Bisnis.com).
Di awal perdagangan, tercatat 284 saham menguat, 64 melemah, dan 235 stagnan, sementara nilai kapitalisasi pasar sedikit turun menjadi sekitar Rp14.278 triliun (Bisnis.com).
Dari sudut pandang teknikal, indikator Stochastic RSI mulai membentuk sinyal Golden Cross di area oversold, sementara MACD memperlihatkan penyempitan. Hal ini menandakan peluang rebound masih ada, meski analis mengingatkan bahwa potensi aksi ambil untung (profit taking) bisa menahan pergerakan, terutama menjelang libur panjang (Bisnis.com).
Rangkuman
- IHSG menutup perdagangan Rabu dengan penguatan signifikan, berkat kontribusi saham emas dan big caps.
- Optimisme investor terlihat jelas, tercermin dari lonjakan indeks dan kapitalisasi pasar.
- Namun, perdagangan Kamis pagi cenderung hati-hati, dengan koreksi tipis akibat aksi profit taking menjelang libur panjang.