Perusahaan-perusahaan asal Tiongkok kini semakin giat menanamkan modal di Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk menghindari beban tarif impor tinggi dari Amerika Serikat yang bisa mencapai lebih dari 30%.
Indonesia menjadi pilihan menarik karena menawarkan tarif impor yang lebih rendah, sekitar 19%, sekaligus memiliki pasar konsumen yang sangat besar. Kondisi ini membuat banyak investor Tiongkok memandang Indonesia sebagai lokasi strategis untuk memperluas bisnis mereka.
Dampaknya, permintaan lahan industri di beberapa wilayah meningkat tajam, terutama di Jawa Barat dan kawasan yang dekat dengan pelabuhan. Lonjakan minat tersebut bahkan memicu kenaikan harga properti industri hingga 15–25% dalam setahun terakhir.