Image source : https://image.cnbcfm.com/api/v1/image/108139104-1746048626472-gettyimages-2212178893-AFP_444Y2UG.jpeg?v=1754986551&w=1480&h=833&ffmt=webp&vtcrop=y
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang bagi Nvidia untuk menjual chip AI generasi terbarunya, Blackwell, ke Tiongkok. Namun, versi yang akan dipasarkan ini bukanlah varian penuh, melainkan model yang performanya dipangkas 30–50%. Trump menyebutnya sebagai “versi yang ditingkatkan — tapi ke arah negatif”. Ia juga mengatakan bahwa CEO Nvidia, Jensen Huang, akan kembali bertemu dengannya untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.
Kesepakatan Potongan Pendapatan untuk Pemerintah AS
Sebagai bagian dari izin ekspor tersebut, Nvidia dan AMD telah menyepakati skema pembagian hasil yang belum pernah ada sebelumnya. Keduanya akan menyerahkan 15% dari total pendapatan penjualan chip AI ke Tiongkok kepada pemerintah AS. Trump mengungkapkan bahwa pada awalnya ia menargetkan potongan sebesar 20%, namun negosiasi dengan Jensen Huang berakhir di angka 15%.
Potensi Keuntungan dan Respons Pasar
Langkah ini diperkirakan dapat menambah pemasukan pemerintah AS hingga 2–3 miliar dolar AS setiap tahunnya. Meski begitu, pasar bereaksi hati-hati. Saham Nvidia sempat turun tipis sekitar 0,4% di perdagangan pra-pasar. Beberapa analis menilai kebijakan ini memberi peluang Nvidia untuk tetap mengakses pasar Tiongkok, meskipun keuntungan bersih mereka akan sedikit tergerus.
Kekhawatiran Keamanan Nasional
Para pengamat dan politisi dari dua partai besar di AS menyuarakan kekhawatiran bahwa meskipun performa chip telah dipangkas, versi Blackwell ini tetap jauh lebih canggih dibanding model sebelumnya seperti H20. Hal ini berpotensi mempercepat kemajuan teknologi AI di Tiongkok. Selain itu, skema potongan pendapatan ini dinilai menimbulkan preseden yang berisiko, menyerupai pajak ekspor yang tidak lazim dan berpotensi menabrak aturan hukum yang ada.
Reaksi dari Tiongkok
Di sisi lain, regulator Tiongkok mulai mempertanyakan keamanan chip Nvidia H20, termasuk isu kemungkinan adanya “backdoor”, yang langsung dibantah oleh perusahaan. Pemerintah Tiongkok juga mendorong raksasa teknologi lokal seperti Huawei dan Cambricon untuk mempercepat penggunaan chip buatan dalam negeri, walaupun performanya masih tertinggal dibandingkan produk Nvidia.
Kesimpulan:
Trump berencana memberi lampu hijau penjualan chip AI Blackwell ke Tiongkok, tetapi dalam versi yang dibatasi kemampuannya. Sebagai gantinya, pemerintah AS akan menerima 15% dari pendapatan penjualan tersebut. Kebijakan ini menjanjikan keuntungan finansial besar, namun menuai kritik karena dinilai berisiko bagi keamanan nasional dan dapat menjadi preseden berbahaya dalam perdagangan teknologi.
1 thought on “Trump Mengizinkan Penjualan Chip AI Nvidia ke Tiongkok”